Minggu, 06 Agustus 2017

INTUISI

          Bermula pada hari kamis malam tanggal 3 Agustus 2017 kira-kira pukul 12 malam. Aku mulai terkantuk, padahal saat itu masih terlalu siang untuk manusia sepertiku yang sehari-harinya selalu insomnia. Eh insomnia disini dalam artian sebenarnya ya. Biasanya aku baru bisa tidur sehabis subuh atau bahkan pagi hari. Tapi karena beberapa hal baik yang rutin aku lakukan,  insomniaku mulai membaik.  Merasakan kantuk di jam 12 malam rasanya adalah sebuah anugerah haha kemajuan yang sangat besar dalam hidupku. Itu karena aku disarankan rutin meminum air kelapa hijau dan berolahraga oleh seseorang.  Kupikir bukan karena olahraganya,  tapi karena air kelapanya.  Jika hanya sekedar olahraga,  sebelumnya aku memang berolahraga tapi insomku tak berkurang.  Oh yah lanjut ke saat aku ngantuk tadi, sebelum aku tidur biasanya aku memanggil nama seseorang,  hmmm konyol memang. Perihal ini kira-kira sudah kulakukan selama 3 bulan belakangan hahaha ah malu. Aku dan dia percaya intuisi,  percaya kalau aku memanggilnya dari jauh dia akan merasakannya,  begitu juga sebaliknya. Malam itu rasanya sungguh rindu, maka kupanggil namanya banyak-banyak sampai aku tertidur.  Entah dia merasakannya atau tidak. Kuharap iya. Kali ini aku peduli. Semoga intuisinya pun tertuju kepadaku.

          Tapi malam itu rasanya aneh, sangat gelisah.  Tidak seperti malam-malam tenang lainnya,  lirih malam itu berbeda.  Lirihnya bercampur kengerian.  Aku keringat dingin, terbangun beberapa kali.  Sulit untuk tidur dengan nyenyak. Aku tertidur tapi rasanya isi kepalaku terganjal batu besar. Dan aku sadar betul kalau ada yang tidak beres denganku atau mungkin sekitarku?
Seperti biasa, kucoba mengatur kondisiku sendiri,  menenangkan diri, memulihkan apa-apaku sendiri.  Lalu mencoba tidur kembali.  Sampai pada pagi aku terbangun dengan gelisah yang sama. Rasa tidak enak itu masih melekat kuat dalam diriku,  aku berpikir keras apa yang membuatku begitu.  Jujur aku sedang tidak punya masalah berat yang mengharuskanku khawatir akan diriku sendiri. Atau mungkin karena malam itu aku sedang menstruasi, rutinitas perempuan yang tidak karuan rasanya, ah tetapi biasanya tidak sebegitunya kok. Jika pun ada yang sedang menggangguku,  kukira itu hanya rindu.
       
         Hari itu aku menjalani hariku seperti biasa,  mencoba melupakan apa yang kurasa sejak semalam. Ah pada siangnya aku baru sadar kalau tadi malam itu malam jumat,  ah ngeri sekali mengingatnya. Haha aku penakut?  Iya memang, biarin!
Sampai pada malam kedua dimalam sabtu, sama seperti hari sebelumnya jam 12 malam aku sudah mulai mengantuk hahaha air kelapa itu supeeeer sekali. Selalu menentramkan. Sama seperti manusia yang menyaraninya, ah aku jadi candu air kelapa karena dia.  Hal konyol yang aku lakukan ketika aku rindu akan dia,  aku selalu melakukan hal-hal baik yang ia sarankan. Dengan begitu aku rasa aku sudah menyampaikan rinduku. Memang konyol,  jika kau ingin menertawaiku aku persilahkan.

Oh iya tapi untuk malam itu, karena sangat mengantuk aku lupa memanggil namanya. Lelap lebih dulu datang. Baru sekejap aku terlelap, aku mendengar ada yang memanggil namaku.  Entah itu suara laki-laki atau perempuan tapi panggilan itu sontak membuatku terbangun. Kaget rasanya,  jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Aku mencari-cari botol minum karena rasanya krongkonganku mengering dan sakit sekali. Keringat bercucuran seperti malam sebelumnya,  tapi dingin. Rasanya gelisah,  bingung sekali. Ah aku yakin sebelumnya aku sedang sehat-sehat saja.
Lalu kupulihkan diriku kembali, kutanamkan pikiran-pikiran baik,  kuanggap saja dia yang kemarin kusebut namanya sedang menyebut namaku juga malam ini, lalu diterima dengan pintar oleh intuisiku. Ah seperti biasa aku menenangkan diri kembali lalu terlelap lagi. 

          Dalam tidurku kali ini aku bermimpi ada sosok wanita yang memperhatikan ketika aku sedang tertidur,  lalu aku beranikan diri menatapnya balik. Berharap jika aku kuat-kuat menatapnya, sosok itu akan hilang dengan sendirinya. Ternyata tidak !!! justru wajah wanita itu semakin jelas karena kuperhatikan dalam-dalam.  Dia hanya menatapku tidak melakukan pergerkan apapun,  lalu dimimpi itu aku gagap tidak bisa teriak sampai pada aku mencoba meyakinkan diriku sendiri kalau itu hanya mimpi. Lalu aku terbangun,  tapi wajak sosok wanita sangat melekat dalam ingatan. Pekat sekali mimpiku malam itu. Mimpi paling buruk yang pernah aku alami. Rasanya malam itu aku ingin lenyap saja dari bumi. Banyangkan betapa ngerinya,  aku merasa diwaspadai. Merasa ada makhluk lain disekitarku yang sedang memperhatikan gerak-gerikku. Aku sama sekali tidak berani melakukan pergerakan apapun,  hanya berselimut sambil pura-pura memejamkan mata. Lalu aku (selalu) ingat dia yang namanya sering kusebut sebelum tidur,  dan memberanikan diri mengirimkan pesan singkat untuknya. Tapi tak ada jawaban. Seperti hari-hari kemarin. Haha sudah biasa.

Ah betapa bersyukurnya aku ketika tahu ternyata ada temanku yang masih terjaga,  lalu aku menjelaskan padanya apa yang kurasa.  Lalu dia menawarkan diri untuk menemani, walau hanya di aplikasi pesan singkat saja. Tapi itu cukup membantu, mengalihkan pikiranku. Berbincang sampai subuh,  lalu aku dengar suara mamaku yang sudah terbangun.  Ah rasanya tentram, seperti dilindungi dari segala jenis bahaya.
Lebih bahagianya lagi aku mendengar adzan subuh huuuuh entahlah sejak dulu aku berpikir bahwa adzan subuh adalah sebuah peringatan bahwa makluk halus harus menjauh dari manusia hahaha jangan protes atas pikiranku,  ini kan otakku, hakku!!! 

Malam selanjutnya seperti biasa,  seperti malam-malamku yang lain aku tetap menyebut nama dia yang selalu kusebut. Dengan harapan tak ada yang bersaut menyebut kembali namaku. Biar begitu saja. Sepi, tak ada jawaban.  Aku suka menerka-nerka.  Begitu saja... Aku suka.




Bogor, 06 agustus 2017
18:07

Tidak ada komentar:

Posting Komentar