Jadi begini hahaha
Hari ini seperti biasa, rutinitasku sehari-hari selama kurang lebih tiga bulan ini. Aku membeli air kelapa muda, untuk diminum tentunya. Aku tidak akan menjelaskan kenapa aku minum air kelapa karena dalam tulisanku yang berjudul "INTUISI" sudahku jelaskan.
Sangking seringnya aku beli air kelapa, dan entah kenapa si abang baru sempat menanyakan itu kepadaku. Begini kira-kira pertanyaannya
"neng lagi hamil yah? Minum air kelapa setiap hari ?"
Ahahahaha sial aku dikirai hamil, lalu aku jawab hanya dengan cengengesan berharap si abang mengerti kalau itu tidak benar. Wong pacar aja gak punya, apalagi suami.
Dan dijalan pulang aku terbesit kejadian 3 tahun lalu, kira-kira saat aku Semester 3. Saat aku mengerjai temanku (namanya Fanny) kukatakan kalau aku hamil hahaha dan dia percaya. Oh Tuhan !!!!!
Dari delapan teman dekatku, hanya dia makhluk yang percaya kalau aku hamil.
Bermula ketika aku dimintai tolong oleh teman SMAku untuk menyebarkan undangan pernikahannya. Entah apa yang terjadi sebelumnya, yang aku ingat aku mengatakan kalau undangan itu milikku, aku akan menikah karena sudah dihamili duluan. Entah kenapa makhluk berjidat lebar itu langsung mempercayainya, padahal ia tahu betul bahwa aku sedang tidak punya pacar saat itu hahaha
(Ah maaf aku menulis blog ini sembari tertawa ngakak)
Lalu, ketika di kampus otak jahatku terus memainkan kebohongan itu hahaha rasanya sungguh konyol melihat mimik mukanya yang khawatir akan aku, dan bayiku tentunya. Tapi sebelumnya teman-temanku yang lain saat aku kerjai mereka lebih bisa menebak kalau aku berbohong, ah hanya fanny yang percaya haha aku lanjutkan saja.
"fan, gue cerita ke anak-anak lainnya gimana yah. Gue malu banget." kataku.
"gakpapa det, jujur sekarang aja. Kalau dirahasiain nantinya mereka bakal tau juga." sahutnya.
Aaaaaaaah sunggu, saat itu aku menjadi orang terkuat sejagad raya yang mampu menahan tawa dengan kondisi seperti itu wkwk
Hujan turun, kami terjebak di gedung akuntansi, suasananya betul-betul mendukung drama brengsekku. Seakan Tuhan merestui bahwasanya aku mengerjai sahabat baikku itu.
"ke lantai dua aja yu. Disini becek, kecipratan air."
kata salah satu temanku, entah siapa. Mungkin Ricky. Ketika kami mulai beranjak, sahabat baikku yang sedang berlarut-larut atas kebohonganku berbisik lihir penuh ketulusan
"dhet, hati-hati jalannya. Licin."
Ahahahahahahahahahaha brengseeeeek!!!!!! Aku ngakak.
Sumpah saat itu entah kekuatan dari mana, jago sekali aku menahan tawa.
Aku saja lupa kalau aku sedang berperan sebagai wanita hamil haha dia justru mengingatkanku. Betapa iblisnya aku saat itu, nyengir atas ketulusan manusia lain.
Setelah sampai dilantai dua, kekampretan teman-temanku yang lain mendukung penuh dramaku.
"lu mual det? Kaya lagi hamil aja."
aaaah aku ingat betul itu ucapan temanku si Dana haha. Lalu aku saling pandang dengan fanny, seolah-olah aku tersinggung. Padahal... Hahahaha pasti saat itu fanny merasa ia mengetahui segala-galanya, tapi justru ia paling yang tidak mengetahui bahwa ia sedang dikerjai haha
Kami memutuskan menunggu di dalam salah satu kelas kosong, berharap hujan cepat reda karena kami lapar, bayiku juga lapar hahaha.
*didalam kelas kosong
"eh, gue mau ngomong sesuatu. Serius nih." kataku,
lalu pandanganku tertuju kepada fanny, seperti meminta dukungannya. Tentu manusia baik itu pun mengangguk, sangat yakin. Dan sangat sedih tentunya.
"gini... Jadi gue bakal nikah," jelasku
Sebelum aku meneruskan, pertanyaan-pertanyaan palsu temanku mulai menyerang. Ada yang berlagak tidak percaya, ada yang diam saja seolah hanya ingin menyaksikan tidak ingin ikut-ikutan hahaha
"iya memang mendadak. Gue tau kok, tapi sekarang gue lagi hamil."
lalu aku menangis, tapi tangisku pura-pura, tidak dengan fanny. Dia betul-betul sedih. Tapi aku tertawa kalau ingat hal itu haha
"dan sekarang gue udah jujur, udah ngomong semuanya. Terserah kalian masih mau jadi temen gue atau engga. Gue pasrah." lanjutku.
Lalu muka mereka terlihat heran, entah sedang keheranan karena aku berakting bagus atau justru mereka sedang memperbagus aktingnya masing-masing.
Aku hanya menangis, fanny juga. Temanku Rita tidak, karena dia tau aku sedang berbohong hahaha
Setelah hening beberapa saat, aku meneruskan
"tapi ada satu hal lagi yang belum gue certain sama kalian semua. Terutama fanny."
Wajah fanny berubah jadi pias, seperti keheranan campur bingung mendalam.
"apa lagi dhet?" kata fanny.
Agar lebih klimaks aku menangis lagi, tangisku lebih parah dari sebelumnya. Hanya untuk mendramatisir, tapi sugguh, saat itu aku menangis karena sedih. Entah sedih kenapa, karena melihat ketulusan fanny atau karena terlalu mendalami peran.
"gini fan, gue baru berani cerita ini sekarang sama lu. Jadi... Semua hal yang gue omongin tadi"
aku diam sesaat, menghela nafas panjang
"itu semuaaaa... BOHONG"
HAHAHAHAHA lalu tawaku dan teman-temanku yang lain memenuhi kelas kosong itu, menggema disela-sela isak tangis fanny. Kukira ia akan ikut tertawa juga, aaaaah aku salah besar !!!!! Dia menangis, lebih sedih dari yang aku perankan tadi. Sekecewa itu dia atas kebohonganku, terisak sampai sebegitunya. Ada sedikit rasa sesal telah membohongi makluk Tuhan yang satu itu, tapi aku bahagia. Bahwasanya dia benar-benar telah menjadi sahabatku. Saat detik itu juga, aku berjanji pada diriku sendiri akan mengecam siapapun yang membuatnya menangis.
Setelah agak tenang ia berkata
"gue tuh nyesek pas tau gue dibohongin. Tapi gue juga lega karena itu semua cuma bohong."
Aaaah kalimat menetramkan, kebahagian sederhana yang aku dapat hari itu.
Maaf karena telah berdusta semahir itu.
Maaf karena sudah repot-repot menangisi sahabat tidak tau diri ini.
Maaf juga sudah membuatmu khawatir sebegitu dalamnya.
Dan maaf jika aku selalu tertawa terbahak-bahak jika ingat kejadian itu hahaha
tapi jujur mengerjaimu saat itu kok menyenangkan :p
aku cocok kan jadi artis? haha
Eeeeeh aku ingat, ada satu manusi lain yang percaya kebohongan itu. Namanya Hizkia ah biasanya aku panggil ia "Bama" karena mirip obama hahaha selain jidatnya yang juga lebar seperti Fanny, nyatanya iya juga gampang dibohongi -___- seperti kejadian fanny tadi, bedanya saat membohongi bama, si fanny sudah tahu kalau aku sedang bohong hahaha membuat drama kedua kalinya, jadi tidak sebagus sebelumnya. Tapi tetap saja si hitam itu percaya kalau aku hamil hahaha
"mau lu hamil atau apapun, lu tetep sabahat kita kok dhet. Tenang aja kita terima lu apa adanya"
dengan mata berbinar-binar yang sangat tidak singkron dengan kelakuannya sehari-hari haha, makhluk konyol itu menjadi begitu serius ketika aku bohongi.
Bedanya, saat dia tau itu semua bohong. Justru dia tertawa hahaha tidak seperti fanny yang menangis. Ah dasar laki-laki. Kurang perasa hahaha
Hari itu pekat sekali dalam ingatanku, entah dengan ingatan teman-temanku yang lain. Ini suatu keanehan yang pernah kurasakan. Kok sebahagia ini sudah membohongi teman-temanku haha anggap saja cerita itu kenang-kenangan untuk kalian dariku. Dan semoga Tuhan memaafkanku atas itu. Amin.
Bogor, 10 agustus 2017
18.01

yey.. gue bisa komen akhirnya hahaha
BalasHapushahaha dasar geblek
Hapus