Minggu, 05 Maret 2017

1 Maret ke 24


Selamat ulang tahun untuk saya.
Selamat ulang tahun juga Justin Bieber.  Ah suatu kehormatan bisa merayakan hari kelahiran bersamaan dengan si tampan bieber itu hahahaha
Ya tepatnya 1 maret 2017 , usia saya bertambah tapi umur saya mulai berkurang :'(
Tak terasa sudah 24 tahun saja numpang menghirup oksigen di bumi, ah setahun lagi pasti akan bermunculan pertanyaan pertanyaan tentang jodoh, kapan nikah,  dan bla bla bla blaaaa

Diawali pada jam 12.01 dini hari,  ucapan selamat ulangtahun mulai berdering di ponsel saya.  Dari teman,  sahabat,  dan bahkan mantan kekasih haha manusia-manusia baik itu mulai mengucapkan dan mendoakan via aplikasi chatt,  amin dan terimakasi selalu saya balas dan somoga diaminkan juga oleh malaikat.
Lalu saya mulai tertidur dengan keadaan biasa saja,  seperti malam-malam sebelumnya.. Selalu cantik hahabodoamatyah..
Ketika mata mulai mencari cela cahaya di antara kelopak, ternyata sudah pagi.  Entah sejak kapan prilaku ini mulai menjadi kebiasaan, tapi ketika terbangun dari tidur maka otomatis yang saya cari adalah ponsel haha dan mungkin bukan hanya saya yang seperti itu,  kamu juga pasti demikian. Hanya untuk sekedar melihat jam atau bahkan melihat apakah ada pesan yang menyangkut di ponsel pintar berwarna rosegold yang sedang saya pakai untuk menulis blog ini hihi.  Tentu saja lagi lagi prediksi saya benar, ada beberapa pesan singkat di beberapa aplikasi chatt yang masuk untuk saya pagi itu,  beberapa ucapan dan doa di pagi hari yang amat saya syukuri.

Dan sebenarnya di hari sebelumnya saya telah bersepakat pada diri sendiri,  akan mengasingkan komunikasi dari teman dan sahabat.  Karena saya sedang tidak ingin melakukan apapun apalagi untuk merayakan hari kelahiran.  Bukan karena tidak bersyukur atas umur yang diberi,  tetapi untuk tahun ini,  terasa sangat aneh merayakannya tanpa kehadiran mama,  karena mama sedang menjalani ibadah ke kota suci (semoga ibadahnya lancar mah,  dan sehat selalu. Terimakasi hadiah gelangnya,  suka).
Bahkan saya sampai meminta kepada adik dan kakak saya untuk tidak memberikan kue atau kado dan embel-embelnya seperti tahun-tahun lalu.

Ah entahlah untuk dini ini, bersembunyi dan membatasi komunikasi dengan teman-teman rasanya sangat teramat sulit. Seperti bisa dilacak dimanapun kita berada. Dengan sangat terpaksa saya akhirnya memutuskan untuk pergi ke kampus,  karena ada keperluan yang enggan untuk ditunda.
Dan pada hari itu tujuan saya untuk menghilang sejenak dari permukaan bumi telah gagal.  Saya tetap pada orbitnya,  tetap di permukaan. Rasanya terlalu mencolok,  tidak seperti hari biasanya.
Sebelum sampai kampus, saya sempat mendapat telfon dari laki-laki yang mengaku di utus oleh sebuah ekspedisi untuk mengantar paketan ke rumah saya. Sungguh sangat menyebalkan ketika si adik memberi tahu nama pengirim paket tersebut, rasanya saya ingin cepat-cepat sampai rumah,  ingin meluncur naik awan kintounnya dragonball, atau pintu ajaibnya doraemon pun tak masalah.  Rasa ingin pulang itu sangat besar,  ah tapi kalah besar oleh hujan lebat kala itu.  Terpasunglah saya di kampus dengan menerka-nerka isi paket tersebut, yang bahkan aliran air hujan pun tidak bisa menghapus rasa penasaran saya, terhadap kiriman paket dari "seseorang" yang sedang berada di Yogyakarta itu.

Setelah semua urusan kampus selesai, dan rintik hujan mulai mengecilkan volumenya. Saya sangat merasakan perbedaan sikap mereka (sahabat-sahabat saya) .  Bukan!!!  Bukan seperti anak SMP yang melakukan drama so so cuek agar saya kesal di hari kelahiran saya.  Tetapi mereka justru terlihat semakin konyol dari biasanya haha, mencoba menutupi kepanikannya,  bingung akan beralasan apa untuk mencuri kesempatan agar menjauh dari saya.  Ada yang mengatakan akan membeli alat makeup,  ada juga yang berkata ingin berkencan dengan mantan,  sangking menjiwai perannyanya dia benar-benar memboyong mantannya itu haha saya benar-benar ditinggal sendirian di bangku kayu dekat Kantor Tata Usaha. Beberapa saat kemudian. Untuk menggiring saya pulang ke rumah,  ada yang pura-pura sibuk ingin ngeprint ke rental ah untuk teman saya yang satu itu sangat buruk aktingnya hahaha dia sesekali terlihat sedang berfikir keras, sangat-sangat mencurigakan wkwkwk.  Dan yang paling konyol,  teman saya si keriting yang berpura-pura sakit perut ingin menumpang ke toilet di rumah saya.  Agar maksimal aktingnya,  dia sempat berakting buang angin.  Ah saya rasa itu bukan akting,  memang keahliannya adalah buang angin hahaha

Sesampainya di rumah,  takdir mempertemukan saya dengan si paket yang dibungkus plastik hitam nan seksi itu,   tertera sangat jelas nama pengirimnya. Sungguh keadaan yang sangat-sangat konyol,  rasanya pipi saya terbakar melihat paketan besar itu.  Kota Bogor yang biasanya terasa dingin sehabis hujan,  justru kala itu terasa amat panas bagi saya. Syaraf-syaraf di sekeliling bibir mulai membandel,  mereka saling tarik menarik untuk menyulam senyum di pipi yang overload ini ukurannya. Ah situasi saat itu sangat serbasalah,  ingin tersenyum tetapi tertahan oleh rasa malu yang pasti akan membuat adik-adik saya keheranan.
Dengan mengalahkan kecepatan cahaya,  otak saya mendapatkan rencana terbaik,  yang membuat saya bergegas ke kamar yang berada di lantai dua.  Dan membuka paketan itu disana.

Kemudiaaaaaaaaan
Taraaaaaaaaaaaaaaaa......
Ketika pintu kamar terbuka,  kamar dengan tembok berwarna hijau tosca yang dihiasi lampu-lampu berwarna biru itu telah berubah rupanya.   Di samping gambar putri duyung berukuran cukup besar yang melayang di tembok kamar saya,  telah terpampang jelas tulisan "Happy Birthday" dan langit-langit kamar yang telah diwarnai oleh untaian kertas warna warni.
Ah ternyata itu kelakuan sahabat-sahabat saya yang menyebut diri mereka sendiri sebagai "caabat" , kejutan yang mengejutkan disela-sela jantung berdebar karena paketan yang saya ceritakan tadi.

Seperti ulangtahun manusia normal lainnya,  meniup lilin dan mengucapkan doa doa baik untuk hari kelahiran saya itu.  Akhirnya tiba juga bagian favorit yang ditunggu-tunggu, membuka hadiah !!!
Pertama-tama saya buka hadiah yang berbungkus kertas ungu bergambar princess aurora, eh ternyata ada 3 hadiah yang berbungkus sama.  Seperti biasa, kekonyolan mereka menuntun saya untuk menebak-nebak terlebih dahulu isi hadiah tersebut. Tentu saja tebakkan saya selalu salah haha. 

Senang rasanya ketika bungkusan pertama telah dikuliti,  isinya bubuk kopi dengan wadah yang telah dihias sedemikian rupa,  bernama "Kopi Banda Neira" dengan Rasa Rindunya juga dengan Komposisi dari judul-judul lagu Banda Neira.  Sungguh perpaduan yang selaras,  antara Banda Neira dan kopi.  Dua unsur yang paling saya cintai.


Lalu bungkusan kedua yang saya telanjangi,  berisikan cermin lucu berwarna kuning,  yang ketika dibuka akan terpampang jelas dua puisi terbaik dari Penyair pujaan saya,eyang Sapardi Djoko Damono dengan judul "Aku Ingin" dan tentu saja puisi terindah sepanjang masa "Hujan Bulan Juni".

Bungkusan ketiga yang saya lucuti ternyata berisikan penutup mata untuk tidur,  katanya karena saya selalu insomnia hahaha ah mereka itu,  terbaik!

Daaaaaaaaaaan bungkusan hadiah terakhir yang saya robek adalah paketan yang datang dari "seseorang" yang nan jauh disana.  Dengan jantung yang rasanya hampir copot, saya jadikan plastik paketan itu menjadi berkeping-keping lalu akhirnya keluarlah boneka Teddy Bear lucu berwarna krem yang cukup besar,  sepertinya cukup untuk menutupi sebagian tubuh saya. Haha entah apa tujuannya memberikan boneka besar itu,  agar bisa saya peluk ketika tidur,  atau hanya sebagai simbol bahwa boneka itu sekilas mirip dengan saya hahaha
Kakak saya sendiri telah memberikan kado jauh jauh hari haha, dan si bungsu memberikan dreamcatcher berwarna tosca yang saya gantung di jendela kamar. Semoga penangkal mimpi buruk itu bekerja dengan baik,  karena saya sering kali alay haha sering bermimpi buruk tanpa tahu alasannya. 

Lalu.... 
Hujan mengiringi berlalunya hari membahagiakan itu, dengan susulan ucapan dan doa dari orang-orang baik lainnya.
Pejaman mata yang diiringi doa dan ucap syukur untuk kenikmatan hari itu dan hari-hari lainnya.  
Untuk umur yang diberi.  
Untuk kesempatan menghirup udara pagi hari.
Untuk kehangatan siang yang tiada henti.
Untuk senja yang menanti.  Dan,
Untuk malam yang selalu menemani.
Semoga doa ini kekal abadi,  
semoga mereka berbahagia seperti apa yang saya rasakan.
Tuhan, terimakasi untuk kesempatan hidup ini.
Terimakasi telah menghadirkan mereka di kehidupan nyata ini.  Semua ini sudah lebih dari cukup.
Terimakasih.
Saya bahagia.